Puyo silky dessert
merupakan salah satu hidangan kesukaan masyarakat Indonesia. Pada saat ini, puyo
silky dessert sudah membuka lebih dari 200 store yang berdiri di kota-kota besar
di Indonesia. Namun, tahukah kalian kalau puyo silky dessert didirikan oleh
kakak beradik? Yuk, kita lihat perjalanan kakak beradik tersebut dalam
membangun usaha mereka hingga sukses seperti saat ini.
Eugenie Patricia dan Adrian Agus, kakak beradik dibalik suksesnya puyo silky dessert. Pada awalnya, resep silky pudding tersebut dibuat oleh ayah mereka yang suka memasak. Lalu, Eugenie dan Adrian melihat adanya peluang besar jika mereka menjual silky pudding resep ayahnya tersebut. Karena pada tahun itu belum ada brand pudding di top of mind orang-orang dan mereka yakin bahwa puyo dessert bisa mengisi posisi tersebut.
 |
| Eugenie Patricia dan Adrian Agus |
Setelah mereka melakukan riset pasar dan trial error. Pada tahun 2013, kakak beradik itu mulai mendirikan usaha silky dessert tersebut. Mereka diberikan modal Rp 5.000.000 juta oleh ayah mereka untuk memulai usaha tersebut. Uang tersebut mereka gunakan untuk membeli bahan-bahan dan lemari es untuk menyimpan puyo silky dessert.
Mereka membuat 2 produk utama, yaitu silky dessert dan silky drinks. Produk tersebut juga memiliki beragam varian rasa. Pada awal penjualan, mereka menggunakan media online seperti, instagram sebagai sarana promosi. Instagram sangat efektif sebagai sarana promosi karena medianya sesuai dengan target pasar mereka, yaitu anak muda.
 |
| Menu Puyo |
Lalu, mereka juga mempromosikan puyo dessert di bazar yang sedang hit di mall. Penjualan di bazar tersebut laku keras, dimana puyo dessert laku dalam waktu 15 menit. Setelah penjualan yang laku keras di media online dan bazar, mereka membuka store pertama mereka di Living World Alam Sutera. Dari sanalah puyo dessert makin banyak dikenal dan mulai mendirikan store ditempat lainnya.
 |
| Salah Satu Store Puyo |
Dalam melakukan usaha tersebut tentunya mereka memiliki tantangan tersendiri. Karena mereka memulai usaha tersebut di usia muda, dengan usia Eugenie 19 tahun dan Adrian 21 tahun. Dan, orang-orang yang bekerja dengan mereka memiliki usia yang lebih dewasa. Mereka harus bisa di respect dan juga me respect orang-orang yang bekerja dengan mereka. Tentang bagaimana mereka dilihat sebagai owner namun, mereka juga harus respect dan mau belajar dari orang-orang yang bekerja dengan mereka. Tantangan lainnya, yaitu ada produk pudding yang baru muncul dan mengharuskan mereka untuk melakukan inovasi pada produk puyo.
Lalu, pada tahun 2018. Mereka berdua berhasil mendapat, Penghargaan Forbes 30 Under 30 Asia. Eugenie berpesan agar entrepreneur yang sedang membangun bisnis, agar dapat mengendalikan bisnis mereka. Sebab, menurut Eugenie banyak pengusaha yang ingin melepas kendali di awal pembentukan dan tidak ingin lama-lama merintis dari bawah.
Puyo dessert juga memiliki misi untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan disekitar. Puyo peduli adalah program Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan puyo dessert untuk berbagi kebahagiaan dengan menciptakan lingkungan baik untuk masyarakat dan lingkungan. Salah satu contoh programnya adalah mereka bekerja sama dengan The Nature Conservancy dan mengumpulkan 100 juta untuk melestarikan penyu di Indonesia.
 |
| Program Puyo Peduli |
Dalam melakukan usaha tersebut tentunya mereka memiliki tantangan tersendiri. Karena mereka memulai usaha tersebut di usia muda, dengan usia Eugenie 19 tahun dan Adrian 21 tahun. Dan, orang-orang yang bekerja dengan mereka memiliki usia yang lebih dewasa. Mereka harus bisa di respect dan juga me respect orang-orang yang bekerja dengan mereka. Tentang bagaimana mereka dilihat sebagai owner namun, mereka juga harus respect dan mau belajar dari orang-orang yang bekerja dengan mereka. Tantangan lainnya, yaitu ada produk pudding yang baru muncul dan mengharuskan mereka untuk melakukan inovasi pada produk puyo.
Lalu, pada tahun 2018. Mereka berdua berhasil mendapat, Penghargaan Forbes 30 Under 30 Asia. Eugenie berpesan agar entrepreneur yang sedang membangun bisnis, agar dapat mengendalikan bisnis mereka. Sebab, menurut Eugenie banyak pengusaha yang ingin melepas kendali di awal pembentukan dan tidak ingin lama-lama merintis dari bawah.
Puyo dessert juga memiliki misi untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan disekitar. Puyo peduli adalah program Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan puyo dessert untuk berbagi kebahagiaan dengan menciptakan lingkungan baik untuk masyarakat dan lingkungan. Salah satu contoh programnya adalah mereka bekerja sama dengan The Nature Conservancy dan mengumpulkan 100 juta untuk melestarikan penyu di Indonesia.